Menulis skripsi atau jurnal tidak hanya berhenti pada kemampuan merangkai argumen. Anda juga perlu menunjukkan asal gagasan, data, dan temuan yang digunakan. Karena itu, cara menulis sitasi yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga integritas akademik ilmiah secara konsisten.
Di tengah kemudahan mencari jurnal melalui internet, kesalahan atribusi semakin mudah terjadi. Turnitin menjelaskan bahwa karya dapat memuat plagiarisme karena kutipan, parafrase, atau sumber yang tidak dicantumkan secara tepat. Karena itu, cara membuat sitasi perlu dipahami sejak awal.
Baca juga: Cara Fresh Graduate Membangun Networking dari Nol
Apa Itu Sitasi?
Sitasi adalah keterangan yang menunjukkan sumber gagasan, data, atau pernyataan yang Anda gunakan dalam karya ilmiah. Kehadirannya membantu pembaca menelusuri asal informasi sekaligus membedakan pendapat penulis dari temuan penelitian sebelumnya secara jelas, transparan, dan bertanggung jawab secara akademis.
Dalam skripsi dan jurnal, sitasi juga memperkuat argumen karena setiap pernyataan penting memiliki landasan yang dapat anda periksa. Dengan memahami fungsi tersebut, Anda dapat menyusun referensi secara lebih rapi tanpa mengganggu alur pembahasan dalam tulisan ilmiah yang Anda susun.
Jenis-Jenis Gaya Sitasi yang Perlu Anda Ketahui
Setiap perguruan tinggi dan jurnal dapat menggunakan gaya sitasi berbeda. Beberapa yang paling sering Anda temui adalah APA Style, MLA Style, Chicago Style, dan IEEE Style. Masing-masing memiliki aturan tersendiri mengenai penulis, tahun, halaman, serta daftar pustaka.
Sebelum menggunakan salah satu gaya tersebut, periksa pedoman kampus atau jurnal tujuan. Jangan mencampurkan format karena setiap gaya memiliki pola penulisan berbeda. Konsistensi membuat sumber lebih mudah ditelusuri dan membantu pembaca memahami landasan informasi dalam karya ilmiah Anda.
1. APA Style
APA Style banyak kita jumpai dalam bidang psikologi, pendidikan, ilmu sosial, komunikasi, dan berbagai penelitian yang menekankan perkembangan penelitian berdasarkan waktu. Format dalam teks umumnya menggunakan nama belakang penulis dan tahun publikasi sebagai identitas sumber utama.
Contoh sitasi dalam teks:
Menurut Sugiyono (2019), metode penelitian membantu peneliti menentukan langkah sistematis dalam memperoleh data.
Atau:
Metode penelitian membutuhkan proses yang sistematis (Sugiyono, 2019).
Jika menggunakan kutipan langsung, Anda dapat menambahkan nomor halaman:
“Penelitian merupakan kegiatan ilmiah” (Sugiyono, 2019, p. 2).
Contoh daftar pustaka:
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
2. MLA Style
MLA Style banyak digunakan dalam bidang humaniora, terutama sastra, bahasa, seni, dan kajian budaya. Berbeda dengan APA, format MLA biasanya menonjolkan nama belakang penulis dan nomor halaman tanpa mencantumkan tahun publikasi dalam sitasi teks.
Contoh sitasi dalam teks:
Perkembangan teknologi mengubah cara manusia berkomunikasi (Siregar 25).
Jika nama penulis sudah ada dalam kalimat, Anda cukup menuliskan nomor halaman:
Siregar menjelaskan bahwa teknologi mengubah pola komunikasi masyarakat (25).
Contoh daftar pustaka:
Siregar, Budi. Komunikasi Digital dan Masyarakat Modern. Gramedia, 2023.
Format tersebut menunjukkan bahwa MLA memiliki karakter yang berbeda dari APA. Karena itu, Anda perlu mengikuti satu pedoman secara konsisten daripada mengambil format tertentu dari berbagai gaya sitasi yang tersedia.
3. Chicago Style
Chicago Style memiliki dua sistem utama, yaitu Notes and Bibliography serta Author-Date. Sistem pertama yang dalam bidang sejarah dan humaniora banyak gunakan, sedangkan sistem kedua menggunakan pola nama penulis dan tahun seperti beberapa gaya ilmiah lainnya.
Contoh Notes and Bibliography:
Budi Siregar, Komunikasi Digital dan Masyarakat Modern (Jakarta: Gramedia, 2023), 25.
Dalam naskah, informasi sumber dapat muncul melalui catatan kaki. Format ini memberikan ruang bagi penulis untuk memberikan keterangan tambahan tanpa memenuhi paragraf dengan informasi referensi yang terlalu panjang.
Contoh Author-Date:
(Siregar 2023, 25)
Contoh daftar pustaka:
Siregar, Budi. 2023. Komunikasi Digital dan Masyarakat Modern. Jakarta: Gramedia.
Sebelum menggunakan Chicago Style, pastikan Anda mengetahui sistem yang diminta. Jangan menganggap seluruh format Chicago sama karena penggunaan catatan kaki dan pola author-date menghasilkan bentuk sitasi yang berbeda.
4. IEEE Style
IEEE Style umum digunakan dalam bidang teknik, komputer, elektronika, teknologi informasi, dan bidang lain yang menggunakan banyak referensi teknis. Gaya ini menggunakan nomor dalam tanda kurung siku untuk menghubungkan pernyataan dengan daftar referensi.
Contoh sitasi dalam teks:
Penggunaan kecerdasan artifisial berkembang dalam berbagai sektor industri [1].
Jika Anda menggunakan sumber kedua, nomor berikutnya dapat digunakan:
Teknologi pembelajaran mesin juga mendukung proses analisis data dalam skala besar [2].
Contoh daftar referensi:
[1] B. Siregar, Komunikasi Digital dan Masyarakat Modern. Jakarta: Gramedia, 2023.
[2] A. Pratama, “Pemanfaatan machine learning dalam analisis data,” Jurnal Teknologi Informasi, vol. 8, no. 2, pp. 20–28, 2024.
Keunggulan format ini terletak pada tampilannya yang ringkas ketika tulisan memiliki banyak referensi. Namun, Anda tetap perlu memastikan setiap nomor dalam teks memiliki pasangan referensi yang sesuai pada bagian akhir karya ilmiah.
Cara Menulis Sitasi untuk Berbagai Jenis Kutipan
Memahami jenis kutipan membantu Anda menentukan format sitasi yang tepat. Anda perlu membedakan kutipan langsung, parafrasa, ringkasan, sitasi naratif, sitasi parentetik, sumber sekunder, nomor halaman, dan sumber dengan beberapa penulis agar referensi tetap jelas.
1. Kutipan Langsung
Kutipan langsung menggunakan pernyataan sumber tanpa mengubah kata-katanya, sehingga Anda perlu mencantumkan sumber sesuai gaya sitasi yang digunakan. Contoh APA: “Penelitian merupakan kegiatan ilmiah” (Sugiyono, 2019, p. 2).
2. Parafrasa
Parafrasa menyampaikan kembali gagasan dari sumber menggunakan struktur dan bahasa Anda sendiri tanpa mengubah makna utamanya. Meskipun tidak menggunakan kalimat asli, sumber tetap wajib tercantum. Contoh: Metode penelitian membantu peneliti menjalankan proses penelitian secara sistematis (Sugiyono, 2019).
3. Ringkasan
Ringkasan mengambil inti pembahasan sumber dalam bentuk yang lebih singkat tanpa menghilangkan makna pentingnya. Teknik ini cocok ketika Anda ingin menggabungkan beberapa penelitian dalam satu pembahasan. Contoh: Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa teknologi digital meningkatkan efisiensi pembelajaran (Sari, 2023).
4. Sitasi Naratif dan Parentetik
Sitasi naratif memasukkan nama penulis ke dalam kalimat, sedangkan sitasi parentetik menempatkan sumber dalam tanda kurung. Contoh naratif: Sari (2023) menjelaskan bahwa teknologi mendukung pembelajaran. Contoh parentetik: Teknologi mendukung proses pembelajaran (Sari, 2023).
5. Sitasi Sumber Sekunder
Sitasi sumber sekunder digunakan ketika Anda memperoleh informasi melalui sumber lain dan tidak membaca sumber aslinya secara langsung. Jika sumber primer tersedia, sebaiknya gunakan sumber tersebut. Contoh: Menurut Bandura (sebagaimana dikutip dalam Pratama, 2022), pembelajaran dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
6. Sitasi dengan Nomor Halaman
Nomor halaman membantu pembaca menemukan bagian tertentu dari sumber, terutama ketika Anda menggunakan kutipan langsung. Formatnya mengikuti gaya sitasi yang digunakan. Contoh APA: “Data menjadi dasar pengambilan keputusan” (Siregar, 2022, p. 15).
7. Sitasi dengan Beberapa Penulis
Penulisan sitasi untuk sumber dengan beberapa penulis mengikuti aturan gaya yang Anda gunakan, sehingga perhatikan jumlah penulis dan format yang berlaku. Contoh APA: Penelitian tersebut menunjukkan hubungan antara teknologi dan produktivitas (Siregar et al., 2024).
Baca juga: Skripsi, Tesis, Disertasi – Perbedaan Masing-Masing Syarat Kelulusan Akademik
Skripsi Beres, Karier Jangan Mandek! Saatnya Naik Level
Memahami cara menulis sitasi bukan hanya membantu Anda menyelesaikan skripsi atau jurnal dengan lebih rapi. Keterampilan tersebut melatih ketelitian, kemampuan membaca sumber, dan tanggung jawab profesional yang berguna ketika Anda memasuki dunia kerja secara terarah dalam karya ilmiah.
Jika Anda ingin memperkuat kompetensi profesional setelah menyelesaikan pendidikan, Sertifikasi BNSP Ku menyediakan pilihan pelatihan dan sertifikasi BNSP yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan karier. Konsultasikan rencana Anda agar langkah pengembangan kompetensi lebih terarah dan relevan dalam karya ilmiah.